Dr Khairi Asyraf Mohd Nathir

Selepas melalui alam kubur yang tidak diketahui tempoh dan saat lamanya berada di sana, kini tibalah masanya manusia di bangkitkan dan dikumpulkan di suatu tempat yang sangat luar biasa iaitu di Padang Mahsyar. Pada saat ini, semua manusia bermula dari Nabi Adam AS sehinggalah kepada manusia terakhir umat Baginda Nabi SAW akan berkumpul untuk persediaan dihitung dan dinilai amalannya.

Firman Allah SWT maksudnya: “Kemudian sesungguhnya kamu akan dibangkitkan hidup semula pada hari kiamat.” (Surah al-Mu’minun ayat 16)

Berdasarkan ayat ini, jelas menunjukkan bahawa manusia hanya seketika sahaja berada di alam kubur sebelum dibangkitkan  semula.  Daripada Abu Hurairah RA, bahawa Nabi SAW bersabda maksudnya: “Aku adalah pemimpin anak Adam pada Hari Kiamat. Aku adalah orang yang pertama akan dibangkitkan daripada kubur. Aku adalah orang pertama yang akan memberi syafaat dan dibenarkan  memberi syafaat.”  (Riwayat Muslim 2278)

Imam al-Nawawi menjelaskan bahawa hadis ini merujuk kepada kelebihan dan kemuliaan Nabi SAW berbanding makhluk yang lain. Ini kerana mengikut mazhab ahli sunnah, anak-anak Adam lebih mulia daripada malaikat dan Nabi SAW adalah paling mulia di antara anak-anak Adam yang lain.

Apabila digambarkan keadaan Padang Mahsyar, maka timbul pandangan-pandangan yang tidak sahih di samping terdapat tokok tambah yang bertujuan menambahkan kegerunan kepada manusia. Namun, perlu diingatkan bahawa setiap perkara ghaib dan peristiwa masa akan datang perlu merujuk kepada sumber yang sahih sahaja dan tidak perlu fakta-fakta pelik dikeluarkan.

Di antara gambaran yang sahih berkaitan manusia di padang mahsyar adalah seperti berikut:

Pertama: Hamparan tanah putih Alam Mahsyar atau Padang Mahsyar adalah tempat berkumpulnya manusia setelah Hari Kiamat. Tempat itu digambarkan sebagai tanah rata yang berwarna putih, yang belum pernah dijejaki oleh seseorang. Rasulullah SAW bersabda maksudnya: Dari Sahl bin Sad dia berkata; Rasulullah SAW bersabda maksudnya: “Pada Hari Kiamat kelak, manusia akan dikumpulkan di bumi yang sangat putih berbentuk bulat pipih dan datar tanpa ada tanda bagi siapapun di atasnya.” (Hadis Riwayat Muslim)

Kedua: Manusia tenggelam di lautan keringat

Maksudnya: Daripada Abu Hurairah RA, bahwasanya Rasulullah SAW bersabda maksudnya: “Pada Hari Kiamat manusia berkeringat, hingga keringat mereka di bumi setinggi tujuh puluh hasta dan menenggelamkan mereka hingga telinga.” (Hadis Riwayat Bukhari)  

Ketiga: Manusia dibagi 3 kelompok

Daripada Abu Hurairah daripada Baginda Nabi SAW bersabda maksudnya: “Manusia dibangkitkan atas tiga kelompok, ada yang dalam keadaan senang ada pula yang merasa ketakutan. Ada dua orang yang menunggangi satu unta, ada tiga orang yang menunggangi satu unta, ada empat orang yang menunggangi satu unta bahkan ada sepuluh orang yang menunggangi satu unta, lalu sisanya dikumpulkan oleh api yang selalu menyertai mereka pada malam dan siang.” Mereka berkata: “Pada pagi dan petang hari.” (Hadis Riwayat Muslim)

Keempat: Telanjang

Daripada Aisyah berkata: Aku mendengar Rasulullah SAW bersabda maksudnya: “Manusia dikumpulkan pada Hari Kiamat dalam keadaan tidak beralas kaki, telanjang dan kulup (tidak berkhatan).” Aku bertanya: “Wahai Rasulullah, wanita-wanita dan lelaki-lelaki semua saling melihat satu sama lain?” Beliau menjawab: “Wahai Aisyah, permasalahnnya lebih sulit daripada saling melihat satu sama lain.” (Hadis Riwayat Muslim)

Kelima: Syafaat Rasulullah SAW: Daripada Anas RA mengatakan, Baginda Rasulullah SAW bersabda: “Pada Hari Kiamat Allah mengumpulkan seluruh manusia, mereka berkata: “Sekiranya kita meminta syafaat kepada Tuhan kita sehingga Dia mampu meringankan penderitaan kita di tempat kita ini. Maka mereka menemui Adam dan mengutarakan hajat mereka; Engkaulah manusia yang Allah cipta dengan tangan-Nya dan Dia tiupkan ruh-Nya kepadamu, dan Dia perintahkan para malaikat untuk sujud kepadamu, maka tolonglah engkau meminta syafaat kepada Tuhan kami! Namun Adam menjawab: “Di sini bukan tempatku untuk meringankan kamu.” Adam lalu menyebut-nyebut kesalahannya dan berkata: Datangilah Nuh, rasul pertama yang Allah utus. Maka mereka mendatangi Nuh. Namun ternyata Nuh juga menjawab: “Di sini bukan tempatku untuk memberi pertolongan, kemudian Nuh menyebut-nyebut kesalahannya dan berkata; pergilah kamu kepada Ibrahim yang telah Allah jadikan sebagai kekasih-Nya. Mereka pun mendatanginya, tetapi ia juga berkata: “Di sini bukan tempatku untuk meringankan kamu dan ia menyebut-nyebut kesalahannya kemudian berkata: “Pergilah kamu kepada Musa yang Allah telah mengajaknya bicara.” Mereka pun mendatangi Musa, namun Musa juga mengatakan: “Saya tak berhak meringankan kamu” dan Musa menyebut-nyebut kesalahan peribadinya, kemudian berkata: “Pergilah kamu kepada Isa”. Mereka pun mendatangi Isa dan Isa juga mengatakan: “Saya tak berhak meringankan kamu sambil berkata: “Datanglah kepada Muhammad SAW sebab dosanya yang dahulu dan yang akan datang telah mendapat ampunan.” Mereka pun mendatangiku dan aku meminta izin kepada rabbku. Ketika aku melihat-Nya, aku langsung tersungkur sujud dan Ia meninggalkanku sekehendak Allah, kemudian ada suara memanggil-manggil; “Angkat kepalamu, mintalah, kamu akan diberi, utarakan permohonan, kamu akan didengar, mintalah syafaat, kamu akan diberi.” Kemudian aku angkat kepalaku dan aku memuji rabbku dengan pujian yang Dia ajarkan kepadaku. Kemudian aku memberi syafaat dan Dia memberiku batasan, kemudian aku keluarkan mereka dari neraka dan kumasukkan syurga, kemudian aku kembali dan tersungkur sujud semisalnya pada kali ketiga, keempat hingga tak tersisa di neraka selain yang ditahan oleh al-Quran. Sedang Qatadah berkata dalam hal ini dengan pandangan sehingga keabadian wajib baginya. (Hadis Riwayat Bukhari)

Berdasarkan lima keadaan tersebut, jelas menunjukkan Mahsyar tempat berkumpulnya manusia untuk diperhitungkan segala amalan di atas dunia.  Setiap manusia tidak terlepas saat perhimpunan ini, justeru setiap peluang yang masih tersisa di atas dunia perlu di manfaatkan sebaik mungkin bagi memastikan perjalanan kita kelak berada pada landasan yang lurus khusunya mendapat syafaat Nabi SAW.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *